Posted by: henie zr on: July 30, 2008
Pada bagian pertama saya sudah menjelaskan sedikit tentang sejarah pembuatan sabun dan bagaimana sabun dibuat. Pada bagian kedua ini saya akan menerangkan lebih lanjut tentang teknik pembuatan sabun yang terdiri atas 3 (tiga) macam cara pembuatan yaitu; sistem dingin (cold process), sistem panas (hot process) dan sabun transparan (atau yang lebih dikenal dengan sabun gliserin).
Sistem dingin dan sitem panas keduanya memiliki persamaan yaitu memakai cara tradisional. Kedua jenis pembuatan sabun ini sama dalam penggunaan bahan, proses pencampuran tetapi perbedaannya terletak pada proses pengeringan (curing process). Jika pada proses dingin pengeringan memakan waktu 4 – 6 minggu. Sedangkan pada proses panas, sabun segera bisa dipakai setelah dikeluarkan dari cetakan.
Untuk memulainya anda tingal memilih jenis minyak yang diperlukan. Saat ini lemak yang sering dipakai untuk membuat sabun adalah lemak nabati, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, minyak sawit, minyak kedelai dan lain – lain. Setiap minyak mempunyai sifat dan karakter masing – masing, misalnya minyak zaitun cenderung membuat sabun menjadi lembek, sehingga perlu ditambahkan minyal sawit yang berfungsi mengeraskan sabun. Sedangkan minyak kelapa berfungsi sebagai penghasil busa. Selain itu ada istilah “superfatting oil“. Minyak yang dikategorikan sebagai superfatting memiliki nilai lebih yaitu untuk melembabkan dan melembutkan kulit. Minyak yang dikategorikan “superfatting” contohnya; minyak kastor, minyak almon, lemak coklat (cocoa butter), minyak alpukat, dll.
Metode pembuatan sabun :
Apapun cara yang anda pilih untuk membuat sabun, hal yang paling diperhatikan adalah sikap hati – hati dalam bekerja dengan menggunakan Natrium Hydroxide.
Recent Comments