Secara umur yang sudah 30 something kayaknya aku harus waspada dengan yang namanya osteoporosis *wakksss*. Walaupun kebanyakan yang terkena penyakit ini umumnya wanita lanjut usia, namun setidaknya mulai saat ini sudah harus mengantisipasi hal tersebut.

Photobucket

Hari Osteoporosis yang jatuh pada tanggal 20 Oktober, kemarin (5Nov) dilangsungkan di Monas. Mengambil tema “Kurangi resiko, kalahkan Osteoporosis” acara ini diisi dengan gerak jalan 10.000 langkah. Acara ini diselenggarakan oleh Dep. Kesehatan, Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi),Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) dan disponsori oleh produsen susu terkenal.

Mengambil start dari Monas (pengibaran bendera start dilakukan oleh Ibu Ani Yudhoyono) menuju bundaran HI dan finish di Monas, memakan waktu lebih dari satu jam. Capek? yaiyalah…. namanya juga jalan sepuluh ribu langkah, tapi enggak juga koq… santai dan banyak temen.

Nah… sedikit informasi yang aku dapat dari penjelasan Bu Menkes….,

Osteoporosis atau kekeroposan tulang akibat berkurangnya massa tulang, penyakit ini harus diwaspadai karena prosesnya berlangsung cukup lama dan tanpa disertai gejala khusus. Karena itu penyakit ini disebut `silent epidemic disease`, tanpa didahului gejala khusus tiba-tiba tulang bisa patah karena telah keropos dan rapuh. Serem khannn…

Namun demikian penyakit ini bisa dicegah dengan cara :

  • tidak mengkonsumsi kopi ( tapi kalau secangkir sehari gak apa apa khan?), alkohol dan sodium berlebihan
  • olah raga secara baik dan teratur.
  • mengatur pola makan untuk mencegah kekurangan kalsium dan vit. D

Setelah terseok – seok lebih dari satu jam, akhirnya sampe juga di garis finish, fuih…