Pada bagian pertama saya sudah menjelaskan sedikit tentang sejarah pembuatan sabun dan bagaimana sabun dibuat. Pada bagian kedua ini saya akan menerangkan lebih lanjut tentang teknik pembuatan sabun yang terdiri atas 3 (tiga) macam cara pembuatan  yaitu; sistem dingin (cold process), sistem panas (hot process) dan sabun transparan (atau yang lebih dikenal dengan sabun gliserin).

Sistem dingin dan sitem panas keduanya memiliki persamaan yaitu memakai cara tradisional. Kedua jenis pembuatan sabun ini sama dalam penggunaan bahan, proses pencampuran tetapi perbedaannya terletak pada proses pengeringan (curing process). Jika pada proses dingin pengeringan memakan waktu 4 – 6 minggu. Sedangkan pada proses panas, sabun segera bisa dipakai setelah dikeluarkan  dari cetakan.

Untuk memulainya anda tingal memilih jenis minyak yang diperlukan. Saat ini lemak yang sering dipakai untuk membuat sabun adalah lemak nabati, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, minyak sawit, minyak kedelai dan lain – lain. Setiap minyak mempunyai sifat dan karakter masing – masing, misalnya minyak zaitun cenderung membuat sabun menjadi lembek, sehingga perlu ditambahkan minyal sawit yang berfungsi mengeraskan sabun. Sedangkan minyak kelapa berfungsi sebagai penghasil busa. Selain itu ada istilah “superfatting oil“. Minyak yang dikategorikan sebagai superfatting memiliki nilai lebih yaitu untuk melembabkan dan melembutkan kulit. Minyak yang dikategorikan “superfatting” contohnya; minyak kastor, minyak almon, lemak coklat (cocoa butter), minyak alpukat, dll.

Metode pembuatan sabun :

  1. Sistem dingin (cold process), secara teknik saya pernah membahasnya di sini
  2. Sistem panas (hot process), minyak dan larutan alkali dicampur tanpa harus menunggu hingga  suhu 45 derajat, bisa lebih dari itu. Setelah dicampur maka adonan dimasukkan ke dalam oven selama kurang lebih 45 menit. Setelah itu baru diberi pewarna dan pewangi menurut selera. Keuntungan membuat sabun dengan sistem panas ini adalah, sabun bisa digunakan secepatnya tanpa harus menunggu proses pengeringan seperti yang biasa menggunakan sistem dingin. Parfum yang digunakanpun lebih sedikit jika dibandingkan dengan membuat sabun dengan proses dingin. Hanya saja tekstur / tampilan sabun tidak sebagus jika menggunakan sistem dingin.
  3. Sabun transparan (transparent soap). Sabun ini dikenal juga dengan nama sabun gliserin, karena dalam pembuatannya memakai bahan ini. Gliserin merupakan humektan sehingga berfungsi sebagai pelembab pada kulit. Gliserin berbentuk cairan jernih, tidak berbau dan memiliki rasa manis. Bahan dasar sabun ini biasanya minyak sawit, minyak kelapa dan asam stearat. Sedangkan bahan tambahan lain seperti ethanol dan larutan gula berfungsi untuk membuat sabun menjadi bening / clear. Cara pembuatannya lebih rumit jika dibanding pembuatan sabun sistem dingin.

Apapun cara yang anda pilih untuk membuat sabun, hal yang paling diperhatikan adalah sikap hati – hati dalam bekerja dengan menggunakan Natrium Hydroxide.