picture from The Soap & Detergent Association website

picture from The Soap & Detergent Association website

Dalam beberapa forum milis saya sering membaca tentang kosmetik palsu yang banyak beredar di Indonesia beberapa bulan lalu, kalimat yang sering mereka katakan adalah “ternyata kosmetik tersebut dibuat dengan memakai soda api, padahal mobil bila kena soda api bisa ngelotok catnya, apalagi kena kulit kita”. Pernah juga saya melihat dan mendengar penyiar TV swasta dengan mimik ngeri mengatakan hal persis seperti yang saya baca di milis tersebut.

Saya sendiri mungkin juga akan bersikap sama jika saya bukan “tukang sabun” yang tiap hari bergaul dengan soda api. Tetapi saya tidak menyalahkan mereka, tidak juga penyiar TV, karena apa yang mereka katakan adalah benar adanya.🙂

Karena sabun masuk kategori kosmetik (CMIIW), mungkin pernyataan di atas masih ada korelasinya dengan sabun, saya banyak menemukan klaim bahwa sabun mereka tidak mengandung kaustik soda / lye, tidak mengandung NaOH, maka pertanyaannya adalah, bagaimana mereka bisa membuat sabun jika tidak memakai bahan tersebut???………

No lye, no soap, as we soap makers like to say. No lie!🙂

Bagaimana bisa barang / komponen yang sangat berbahaya bisa menghasilkan sesuatu yang berguna dan lembut di kulit?. Perhatikan hal di bawah ini :

Sodium (Na) adalah elemen yang sangat berbahaya, bila terkena air akan mengakibatkan letupan yang sangat berbahaya bagi kulit dan mata, sedangkan Chlorine adalah gas beracun yang bisa mengakibatkan kematian jika dihirup. Meskipun keduanya adalah zat yang sangat berbahaya, namun keduanya ada di dalam rumah kita, kita mengkonsumsi tiap hari, tiada hari tanpa makan keduanya, dan masakan tanpa ada unsur keduanya akan terasa hambar, jadi apa sebenarnya yang saya maksud???,  barang tersebut adalah garam dapur, whatttt!!!….. are you kidding me????…

Penjelasan secara kimia (secara sederhana) : Natrium dan Chlorine jika “dikawinkan” akan membentuk senyawa baru yang disebut NaCl, alias garam. Jadi anda sudah tahu arah dan tujuan penulisan saya???, oke…

Intinya adalah soda kaustik / soda api / LYE sangat diperlukan dalam pembuatan sabun, tetapi yang harus digaris bawahi di sini adalah : NO LYE remaining in the final bar of soap.

Dalam membuat sabun dengan cara tradisional, tetapi sudah banyak disempurnakan, ada 3 unsur dalam pembuatan sabun, yaitu minyak, air dan NaOH (air dan NaOH selanjutnya disebut larutan alkali). Dalam pembuatan sabun ada formula yang bisa mengatur seberapa banyak pemakaian minyak dan seberapa banyak pemakaian larutan alkali, formula tersebut dikenal dengan sebutan soap calculator.

Berkat adanya internet dan banyak sumber, saya bisa dengan mudah membuat formula yang saya inginkan, misalnya saya ingin membuat sabun dengan 6 jenis minyak atau hanya dengan 3 jenis minyak. Dengan hanya  mengetik angka / berat minyak, maka akan langsung mendapat jawaban berapa air dan NaOH yang diperlukan.

Bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa sabun dibuat dengan memakai LYE?,  ada 3 cara untuk mengetahuinya, dan ketiga – tiganya mempunyai arti yang sama, contohnya antara lain :

  • Ingredients : water, olive oil, palm oil, Lye.
  • Saponified Oils of  Olive, palm, dll.
  • Sodium Olivate, Sodium Palmate, dll.

So… you see, handmade soap is nothing to fear. All the lye is gone, and all that’s left is the good stuff.🙂